Bermacetan di jalan tol memang paling tidak enak, apalagi hari sudah malam. Kakak tiriku yang menyetir sedangkan aku duduk di kursi penumpang sebelahnya. Kemacetan yang tidak kelar-kelar ini membuat kakak tiriku mengoceh terus tanpa henti. Dari gerak-geriknya, ia sedang menahan sesuatu yang semestinya dibuang. Kalau sebagai laki-laki masih bisa menggunakan botol plastik sedangkan wanita tidak bisa. Dengan sudah tak tertahankan lagi, kakak tiriku memintaku untuk menyimpan rahasia ini, dan ia memberikanku sebuah imbalan yang aku inginkan. WARNING 21+++++ DEWASA ONLY. CERITA INI ADA UNSUR DEWASA DAN KEKERASAN. TIDAK DIANJURKAN UNTUK DI BAWAH UMUR ATAU BERMENTAL BOCAH. CERITA INI HANYALAH SEBUAH IMAJINASI SANG PENULIS.
Bermacetan di jalan tol memang paling tidak enak, apalagi hari sudah malam. Kakak tiriku yang menyetir sedangkan aku duduk di kursi penumpang sebelahnya. Kemacetan yang tidak kelar-kelar ini membuat kakak tiriku mengoceh terus tanpa henti. Dari gerak-geriknya, ia sedang menahan sesuatu yang semestinya dibuang. Kalau sebagai laki-laki masih bisa menggunakan botol plastik sedangkan wanita tidak bisa. Dengan sudah tak tertahankan lagi, kakak tiriku memintaku untuk menyimpan rahasia ini, dan ia memberikanku sebuah imbalan yang aku inginkan. WARNING 21+++++ DEWASA ONLY. CERITA INI ADA UNSUR DEWASA DAN KEKERASAN. TIDAK DIANJURKAN UNTUK DI BAWAH UMUR ATAU BERMENTAL BOCAH. CERITA INI HANYALAH SEBUAH IMAJINASI SANG PENULIS.
No comments yet. Be the first!